Manajemen Kelas
Nama : Hamidun
Nim : 11901087
Kelas : PAI 4A
Mata Kuliah : Magang 1
Dosen Pengampu : Farninda Aditya, M.Pd.
Manajemen Kelas
Assalamualaikum warrohmatullahi wabarkatuh kembali lagi sahabat tebah kali ini kita membahas tentang Menajemen Kelas pastinya sahabat tebah sudah pada tau ya apa itu manajemen kelas. Sebelum kita lanjutkan lebih baik kita mengetahui apa itu manajemen kelas?
Manajemen Kelas berasal dari dua kata, yaitu manajemen dan kelas. Manajemen berasal dari kata bahasa Inggris yaitu management, yang diterjemahkan pula menjadi pengelolaan, berarti proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. Sementara yang dimaksud kelas secara umum diartikan sebagai sebagai sekelompok peserta didik yang ada pada waktu yang sama menerima pembelajaran yang sama dari pendidik yang sama. Sebagian pengamat yang lain mengartikan kelas menjadi dua pemaknaan, yaitu: Pertama, kelas dalam arti sempit, yaitu berupa ruangan khusus, tempat sejumlah siswa berkumpul untuk mengikuti proses belajar mengajar. Kelas dalam hal ini mengandung sifat-sifat statis, karena sekedar menunjuk pada adanya pengelompokan siswa berdasarkan batas umur kronologis masing-masing. Kedua, kelas dalam arti luas, yaitu suatu masyarakat kecil yang secara dinamis menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar secara kreatif untuk mencapai tujuannya.
Dapat kita artikan manajemen kelas adalah segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana pembelajaran yang efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi peserta didik dengan baik.
• Menurut Sudarman Danim, membagi tiga arti dari Manajemen Kelas tersebut yaitu :
1. Manajemen kelas adalah seni atau praktis (praktik dan strategi) kerja, yaitu pendidik bekerja secara individu, dengan atau melalui orang lain (semisal bekerja dengan sejawat atau peserta didik sendiri) untuk mengoptimalkan sumber daya kelas bagi penciptaan proses pembelajaran yang efektif dan efisien.
2. Manajemen kelas adalah proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang dilakukan oleh pendidik, baik individual maupun dengan atau melalui orang lain (semisal dengan sejawat atau peserta didik) untuk mengoptimalkan proses pembelajaran.
3. Manajemen kelas adalah proses perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan yang dilakukan oleh pendidik, baik individual maupun dengan atau melalui orang lain (semisal sejawat atau peserta didik) untuk mencapai tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien, dengan cara memanfaatkan segala sumber daya yang ada
Definisi manajemen atau pengelolaan kelas telah mengalami pergeseran secara paradigmatik meskipun esensi dan tujuannya relatif sama, yaitu terselenggaranya proses pembelajaran secara efektif dan efisien. Efisien dan efektivitas pembelajaran diukur menurut nilai-nilai pendidikan yang dianut dewasa ini. Adapun nilai-nilai dimaksud iyalah; bisa nilai-nilai perjuangan, kognitif, afeksi, solidaritas sosial, moralitas, keagamaan, dan sebagainya.
Berdasarkan pendekatan operasional menurut Weber, manajemen kelas didefinisikan menjadi 8 yaitu sebagai berikut :
1) Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan ketertiban suasana kelas melalui penggunaan disiplin.
2) Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan ketertiban suasana kelas melalui intimidasi.
3) Seperangkat kegiatan guru untuk memaksimalkan kebebasan siswa.
4) Seperangkat kegiatan guru menciptakan suasana kelas dengan cara mengikuti petunjuk yang telah disajikan.
5) Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan suasana kelas yang efektif melalui perencanaan pembelajaran yanag bermutu dan dilaksanakan dengan baik.
6) Seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan tingkah laku peserta didik yang diinginkan dengan mengurangi tingkah laku yang tidak diinginkan.
7) Seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan hubungan interpersonal yang baik dan iklim sosioemosional kelas yang positif.
8) Seperangkat kegiatan guru untuk menumbuhkan dan mempertahankan organisasi kelas yang efektif.
Adapun kegiatan manajemen kelas meliputi sebagai berikut :
> Mempertahankan ketertiban kelas,
> Memaksimalkan kebebasan siswa dalam konteks pembelajaran,
> Perencanaan pembelajaran,
> Mengembangkan tingkah laku positif peserta didik
> mengembangkan hubungan interpersonal dan mewudkan iklim sosioemosional yang positif.
Adapun aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam manajemen kelas adalah sifat kelas, pendorong kekuatan kelas, situasi kelas, tindakan selektif dan kreatif.
• Tujuan Manajemen Kelas
Manajemen kelas pada umumnya bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Selain itu, manajemen kelas juga bertujuan untuk menciptakan suasana kelas yang nyaman untuk tempat berlangsungnya proses belajar mengajar. Adapun kegiatan pengelolaan fisik dan pengelolaan sosio-emosional merupakan bagian dalam pencapaian tujuan pembelajaran dan belajar siswa. Ketercapaian tujuan pengelolaan kelas seperti dikemukakan oleh A. C. Wraag dapat dideteksi atau dilihat dari: “Anak-anak memberikan respon yang setimpal terhadap perlakuan yang sopan dan penuh perhatian dari orang dewasa atau guru.
Selain itu tujuan manajemen kelas menurut Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen adalah sebagai berikut:
1. Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar, yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
2. Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terjadinya interaksi pembelajaran.
3) Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat-sifat individualnya.
Apabila tujuan dari manajemen kelas sudah tercapai, maka ada dua kemungkinan yang akan dialami oleh para siswa sebagai indikator keberhasilan dari manajemen tersebut, yaitu :
1) Sebuah manajemen kelas dapat dikatakan berhasil apabila sesudah itu setiap siswa mampu untuk terus belajar dan bekerja. Siswa tidak mudah menyerah dan pasif manakala mereka merasa tidak tahu atau kurang memahami tugas yang harus dikerjakan.
2) Sebuah manajemen kelas juga dapat dikatakan berhasil apabila setiap siswa mampu untuk terus melakukan pekerjaan tanpa membuang-buang waktu dengan percuma.
Adapun Prinsip-prinsip Manajemen Kelas
1) Guru Harus Hangat dan Antusias Agar kelas dapat dikelola dengan baik, seorang guru harus bersikap hangat dan antusias kepada siswa. Diantaranya yaitu dengan sikap yang hangat :
a) Bertanyalah tentang kabar siswa-siswi sebelum memulai pelajaran. Cara ini setidaknya dapat membangun kesan mendalam pada diri siswa dan membuat mereka benar-benar merasa diperhatikan.
b) Sediakan waktu dan kesempatan pada siswa untuk mengemukakan persoalan-persoalan yang mereka hadapi, baik mengenai persoalan pelajaran atau persoalan lain.
c) Berdoalah untuk mereka. Ketika guru secara khusyuk berdoa untuk siswa dan siswa mengamininya, maka pada saat itu terjalin hubungan emosional yang kuat antara guru dengan siswa.
Sedangkan untuk dapat memiliki sikap antusias kepada siswa, maka ada beberapa langkah yang perlu dilakukan, yaitu:
a) Tidak pelit memberikan pujian kepada siswa. Memberi pujian sebelum mengakhiri kelas adalah suatu hal yang patut untuk dilakukan.
b) Selalu berusaha untuk membantu siswa. Berikanlah jalan keluar aas masalah yang dikemukakan siswa, sekalipun tidak menyangkut dengan pelajaran.
c) Sering melakukan Sharing pendapat dengan siswa. Ajaklah semua siswa untuk mengemukakan pendapatnya, jika diantara mereka ada yang sedang mengemukakan masalah pribadinya.
d) Menghargai setiap pendapat siswa. Hargailah setiap pendapat yang dikemukakan oleh siswa agar tercipta suasana yang akrab di kelas.
2) Guru Harus Mampu Memberikan Tantangan
Beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh guru dalam memberikan tantangan, yaitu:
a) Lakukan evaluasi sederhana secara berkala setiap minggu. Apabila hari ini guru menyampaikan materi suatu pelajaran, maka evaluasi dapat dilakukan pada minggu yang akan datang.
b) Selingi dengan kuis, misalnya guru membuat teka-teki yang bahan-bahannya diambil dari materi pelajaran. Atau ajaklah siswa untuk belajar di luar kelas sebagai sarana untuk refreshing.
c) Kaitkan dengan dunia luar. Mengaitkan mata pelajaran dengan masalah-masalah lain yang sifatnya praktis juga dapat menjadi pilihan yang baik bagi para guru untuk memunculkan tantangan pada diri siswa.
d) Menggunakan metode yang variatif. Guru harus menyadari bahwa siswa kemungkinan akan bosan dan jenuh dengan cara mengajar yang dia terapkan selama ini.
3) Guru Harus Mampu bersikap Luwes
Setiap guru harus mampu bersikap luwes kepada siswanya. Artinya, di dalam kelas seorang guru tidak harus memosisikan diri sebagai orang yang serba tahu.
4) Beri Penekanan pada Hal Positif
5) Penanaman Disiplin Diri
Pendekatan dalam Manajemen Kelas
Komentar
Posting Komentar