KURIKULUM

Nama : Hamidun

Nim : 11901087

Kelas : PAI 4A

Mata Kuliah : Magang 1

Dosen Pengampu  : Farninda adiyta, M.Pd


KURIKULUM K13

Bismillahirohmanirohim 

Assalamualaikum warrohmatullah wabarkatuh, Hallo teba (teman baca) gimana kabarnya semua, ayo pada kali ini kita mengambil pembahasan kurikulum ya! Ayo luncurkan....  Tentunya Teba sudah tau tentunya ?

Kenapa di setiap sekolah perlu namanya kurikulum? Dengan adanya kurikulum di setiap jenjang sekolah itu sangat penting untuk itu maka didalam kegiatan proses belajar mengajar  perlu adanya kurikulum agar di setiap pelajaran akan bejalan dengan baik. Sebelum lebih jauh kita membahas kurikulum mari kita mengetahui apa itu kurikulum? 

Kurikulum itu berarti jarak yang harus ditempuh oleh seseorang untuk sampai pada posisi star agar nanti iya akan mendapatkan suatu penghargaan, jadi kurikulum sediri itu berasal dari bahasa yunani loh yaitu curir yang artinya pelari dan curene dan berarti tempat bepacu jadi tidak heran jika kurikulum itu ada kaitannya dengan olahraga terutama dibidang atletik pada zaman yunan kuno. 

Secara etimologis, istilah “kurikulum” berasal dari bahasa Inggris lo yaitu “curriculum” yang diadaptasi dari bahasa Yunani yaitu “curir” yang berarti pelari dan “curere” yang berarti tempat bertanding. Pada awalnya, istilah ini digunakan untuk atletik dengan definisi “jarak yang harus ditempuh seorang pelari dari awal hingga akhir untuk mendapatkan medali atau hadiah.” Jadi menurut istilah kurikulum tersebut disesuaikan dengan bidang pendidikan yang berarti “sejumlah mata pelajaran yang harus diambil oleh siswa dari awal hingga akhir program untuk memperoleh sertifikat atau ijazah.

Sistem pendidikan nasional yang baik adalah yang memiliki kurikulum yang wajib diterapkan disemua lini fungsi-fungsi pendidikan. Pengertian Kurikulum adalah kumpulan rencana, tujuan, materi pembelajaran, dan bahkan cara mengajar yang digunakan sebagai pedoman oleh para pengajar demi tercapainya tujuan akhir pembelajaran.

Di dalam UUD no 20 tahun 2003 mengenai kurikulum tersebut yang bebunyi sebagai berikut :

Undang-Undang No.20 Tahun 2003

“Seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu."

Lantas apa sih fungsi kurikulum?

Kurikulum k13 sendiri diuji coba pada beberapa sekolah pada tahun 2013, seperti yang dilakukan oleh menteri pendidikan dan kebudayaan dipemerintahan bapak joko widodo, bapak anie baswedan melakukan peninjauan di sdn sukmaja 1 depok smpn 1 depok , tujuan peninjauan ini tentunya dilakukan karena untuk melihat seberapa jauh perekembangan dari implementasi kurikulum 2013 disekolah. Dan pada tahu 2014 kurikulum sudah diterapkan di kelas I,II,III,IV,V, sedangkan untuk smp kelas VII,DAN VIII dan sma kelas X dan XI.

Kalau kita lihat dari kurikulum sebelumnya yaitu KTSP dan K13 keduanya mempunyai perbedaan masing-masing, dan intinya pemerintah melakukan perubahan dan pengembangan kurikulum itu pastinya ingin selalu memberikan performa yang terbaik di bidang pendidikan dan tentunya agar tidak kalah saing dengan pendidikan yang ada di luar negeri, maka dari inilah adanya pembaruan kurikulum agar pendidikan di Negara kita tercinta ini yang sudah baik menjadi jauh lebih baik lagi.

Di dalam kurikulum tersebut juga memiliki beberapa fungsi masing-masing di antaranya :

1. Fungsi Penyesuaian

Kurikulum memiliki sifat mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi dalam lingkungan yang cenderung dinamis.

2. Fungsi Integrasi

Kurikulum mampu menjadi alat pendidikan yang dapat membentuk pribadi-pribadi yang utuh serta berintegritas di masyarakat.

3. Fungsi Diferensiasi

Kurikulum merupakan alat pendidikan yang memperhatikan pelayanan kepada setiap peserta didik yang mana mereka memiliki perbedaan masing-masing yang patut untuk dihargai.

4. Fungsi Persiapan

Sebagai alat pendidikan, kurikulum berfungsi untuk membantu mempersiapkan peserta didik untuk dapat menuju ke jenjang pendidikan berikutnya, serta siap untuk hidup bermasyarakat apabila peserta didik tersebut tidak melanjutkan pendidikannya.

5. Fungsi Pemilihan

Kurikulum memfasilitasi para peserta didik dengan cara memberi mereka kesempatan untuk memilih program belajar yang sesuai dengan minat serta bakatnya.

6. Fungsi Diagnostik

Kurikulum berfungsi untuk memahami dan mengarahkan potensi dari seorang peserta didik agar dia dapat menggali terus potensinya dan memperbaiki kelemahannya.

Selain dari Fungsi Diatas ada juga namanya tujuan dari kurikulum tersebut ;

Tujuan dari kurikulum yaitu sebagai alat pendidikan, tentu kurikulum diciptakan bukan tanpa tujuan. Bahkan, kurikulum muncul dan terus berkembang agar dapat mencapai tujuan pendidikan. Tujuan utama kurikulum adalah untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat menjadi pribadi serta warga negara yang kreatif, inovatif, beriman, dan juga afektif ketika dia berada pada lingkungan masyarakat kelak.

Setelah itu ada juga komponen dari kurikulum yaitu :

1. Tujuan Kurikulum 

Di dalam tujuan kurikulum ini dapat di bagi menjadi 3 yaitu :

• Tujuan pendidikan dasar 

• Tujuan pendidikan menengah, dan

• Tujuan pendidikan menengah kejuruan.

2. Materi Kurikulum 

Adapun dari materi kurikulum tersebut ;

• Sesuai dengan perkembangan siswa serta bermakna bagi mereka.

• Merupakan pengetahuan ilmiah yang dapat diuji kebenarannya.

• Merupakan cerminan dari kenyataan nasional.

3. Strategi Pembelajaran 

Strategi di dalam pembelajar sangat perlu sebelum kita memulainya kita harus memiliki strategi demi tercapainya tujuan pendidikan, strategi yang jitu sangat diperlukan.

4. Evaluasi 

Iyalah Evaluasi pada kurikulum ditujukan untuk memeriksa apakah kurikulum yang diterapkan tersebut efektif dan mampu mencapai tujuan pendidikan.

Selain dari hal di atas tersebut ada juga namanya konsep kurikulum yaitu; 

1. Kurikulum sebagai subtansi

2. Kurikulum sebagai sistem

3. Kurikulum sebagai bidang studi. 

Kelemahan kurikulum Kelemahan Kurik:ulum 2013: ( 1) Banyak guru yang beranggapan bahwa dengan kurik:ulum terbaru ini guru tidak perlu menjelaskan materinya. Padahal kita tahu bahwa belajar matematika, fisika, dan lain-lain tidak cukup hanya membaca saja. Peran guru sebagai fasilitator tetap dibutuhkan, terlebih dalam hal memotivasi siswa untuk aktif belajar. (2) Sebagian besar guru belum siap. Jangankan membuat kreatif siswa, terkadang gurunya pun kurang kreatif Untuk itu diperlukan pelatihan-pelatihan dan pendidikan untuk merubah paradigma guru sebagai pemberi materi menjadi guru yang dapat memotivasi siswa agar kreatif Selain itu guru hams dipacu kemampuannya untuk meningkatkan kecakapan profesionalisme secara terus menerus. Dan masalah yang terus dibicarakan adalah belum tercapai keseimbangan sulit dicapai karena kebijakan ujian nasional (UN) masih diberlakukan. UN hanya mendorong orientasi pendidikan pada hasil dan sama sekali tidak memperhatikan proses pembelajaran. Hal ini berdampak pada dikesampingkannya mata pelajaran yang tidak diujikan dalam UN. Padahal, mata pelajaran non-UN juga memberikan kontribusi besar untuk mewujudkan tujuan pendidikan. Kurikulum 2013 ditetapkan tanpa ada evaluasi dari pelaksanaan kurikulum sebelumnya yaitu KTSP.  Pengintegrasian mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk jenjang pendidikan dasar tidak tepat karena rumpun ilmu mata pelajaran-mata pelajaran itu berbeda.

Jadi di setiap sekolah perlu namanya kurikulum untuk tercapai suatu pembelajaran yang maksimal serta tercapainya strategi pembelajaran agar dapat mempersiapkan peserta didik agar dapat menjadi pribadi serta warga negara yang kreatif, inovatif, beriman, dan juga afektif ketika dia berada pada lingkungan masyarakat kelak dimanapun iya berada hingga iya mampu beradaptasi pada lingkungan sekitarnya. Meskipun dari kurikulum tersebut berubah tetapi tujuan akhir sama untuk tercapai tujuan pembelajaran yang maksimal. 


Catatan Hamid 2019 dsb 🌴

Sumber :

https://jurnaldikbud.kemdikbud.go.id/index.php/jpnk/article/view/354


 

Komentar